<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Idenar03denmaz's Blog</title>
	<atom:link href="http://idenar03denmaz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2008 03:26:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='idenar03denmaz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Idenar03denmaz's Blog</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://idenar03denmaz.wordpress.com/osd.xml" title="Idenar03denmaz&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://idenar03denmaz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEANDAINYA AKU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/30/seandainya-aku/</link>
		<comments>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/30/seandainya-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 03:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idenar03denmaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idenar03denmaz.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[            Di sekitaran tempat tinggal saya di daerah jalan Godean, situasi lalu lintasnya sangat padat terutama pada saat jam sibuk, yaitu saat jam masuk kantor atau sekolah dan pada saat jam pulang kantor atau sekolah.    Padatnya lalu lintas tersebut menyebabkan kesulitan tersendiri bagi pejalan kaki yang sekarang makin terpinggirkan. Kesulitan itu terutama pada saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=15&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>            <span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:small;">Di sekitaran tempat tinggal saya di daerah jalan Godean, situasi lalu lintasnya sangat padat terutama pada saat jam sibuk, yaitu saat jam masuk kantor atau sekolah dan pada saat jam pulang kantor atau sekolah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:small;">   Padatnya lalu lintas tersebut menyebabkan kesulitan tersendiri bagi pejalan kaki yang sekarang makin terpinggirkan. Kesulitan itu terutama pada saat hendak menyeberang jalan tersebut. Kendaraan yang lalu lalang seakan tidak memberi kesempatan untuk menyeberang, sehingga jika tidak hati-hati resiko tertabrak sangat besar.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:small;">     Resiko ini akan semakin besar jika yang akan menyeberang adalah orang tua ataupun anak-anak, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan orang tua atau lebih tepatnya yang telah lanjut usia fisiknya telah jauh menurun dibanding waktu mudanya dahulu. Misalnya penglihatannya telah menurun sehingga mereka tidak melihat dengan jelas kendaraan yang sedang lalu lalang. Sedangkan untuk anak-anak, resiko terjadi kecelakaan juga sangat besar karena mereka belum memiliki perhitungan yang tepat, lebih tepatnya mereka terlalu terburu-buru sehingga kadang-kadang tidak memperhatikan kiri-kanan langsung menyeberang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:small;">     Andaikan pada saat terjadi ada orang tua atau anak-anak yang sedang kesulitan menyeberang dan posisi saya saat itu adalah sebagai seorang turis yang juga ingin menyeberangi jalan itu, tentunya reaksi pertama saya adalah merasa kasihan kepada mereka. Namun yang akan saya keluhkan adalah mengapa tidak tersedia jembatan penyeberangan di jalan sepadat itu. Untuk itu hal yang akan saya lakukan adalah mengajak mereka menyeberang bersama saya. Misalkan mereka tidak mengerti dengan ajakan saya karena terkendala bahasa, bahasa isyarat menjadi bahasa pengantar saya. Dengan menyeberang bersama saya, mereka akan mengurangi resiko tertabrak karena ada yang membantu, dan bagi saya sendiri hal itu sesuai dengan prinsip etika yang menilai tentang baik buruknya perbuatan yang kita lakukan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Courier New, monospace;"><span style="font-size:small;">      Sementara itu jika posisi saya pada saat itu adalah sebagai orang tua dari seorang anak yang ingin menyeberang, reaksi pertama saya ketika melihatnya adalah kaget dan khawatir dengan keselamatan anak saya. Keluhan saya tentunya adalah menagapa para pengendara yang lewat tidak memberi kesempatan untuk menyeberang jalan. Selain itu hal yang akan saya lakukan adalah membantu anak saya menyeberangi jalan itu dan menasehatinya jika lain kali ingin menyeberang minta tolong pada orang dewasa untuk membantunya menyeberang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idenar03denmaz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idenar03denmaz.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=15&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/30/seandainya-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/827aa071a511d814f239a2ba4ad352e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Denmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Tulisan Sifat Eksperimental Rekayasa</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/17/tanggapan-tulisan-sifat-eksperimental-rekayasa/</link>
		<comments>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/17/tanggapan-tulisan-sifat-eksperimental-rekayasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 03:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idenar03denmaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idenar03denmaz.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan tulisan Sifat Eksperimental Rekayasa Dalam menentukan keputusan display board tersebut tentunya harus dipikirkan dahulu efeknya, baik itu efek positif maupun efek negatif yang akan ditimbulkan. Kelebihan atau efek positif dari adanya display board tersebut adalah adanya jaminan keterbukaan atau demokrasi, namun adanya display board itu juga mengundang efek negatif jika harus menampilkan semua daftar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=13&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">
Berdasarkan tulisan <a href="http://kuliahbersama.com/?p=29#comment-21">Sifat Eksperimental Rekayasa</a></p>
<p style="text-align:left;">Dalam menentukan keputusan display board tersebut tentunya harus dipikirkan dahulu efeknya,<br />
baik itu efek positif maupun efek negatif yang akan ditimbulkan. Kelebihan atau efek positif<br />
dari adanya display board tersebut adalah adanya jaminan keterbukaan atau demokrasi, namun adanya<br />
display board itu juga mengundang efek negatif jika harus menampilkan semua daftar pemberi suara.<br />
Hal ini dikarenakan jika daftar pemberi suara diumumkan kepada publik maka akan sangat mengganggu<br />
kerahasiaan atau privasi seseorang. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan sifat etika,<br />
dimana etika selalu menilai baik buruknya perbuatan yang dilakukan. Selain itu juga bertentangan<br />
dengan tujuan rekayasa yang ingin mensejahterakan kehidupan manusia. Walaupun pembuatan display<br />
board dapat memudahkan tugas manusia, namun jika daftar semua pemberi suara diperlihatkan akan<br />
sangat mengganggu. Intinya untuk memutuskan akan membuat sesuatu, kita harus memikirkan tujuan pembuatan, maupun kelemahan dan kelebihannya terlebih dahulu</p>
<p>Oleh karena itulah maka sebaiknya dalam pembuatan display board yang diperlihatkan hanya total suara<br />
yang masuk saja, karena dengan hal itu kerahasiaan pemilih dapat dijaga sekaligus dapat mempermudah<br />
tugas badan legislatif. Namun tentunya jika hal ini diterapkan harus diikuti dengan sikap jujur<br />
dan menjunjung tinggi azas demokrasi. Karena jika hal ini tidak ada, pembuatan display board akan<br />
menjadi sia-sia.</p>
<p>Sia-sianya pembuatan display board ini dikarenakan masyarakat akan menjadi tidak percaya dan<br />
menganggap pemilihan suara ada kecurangan sehingga akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat.<br />
Namun jika dilandasi dengan kejujuran dan menjunjung tinggi azas demokrasi yang sangat kuat, walaupun<br />
yang ditampilkan hanya total suara yang masuk saja, masyarakat akan percaya dan menghormati hasil tersebut. Hal ini terjadi karena masyarakat telah percaya dan yakin kepada kredibilitas anggota legislatif dalam melakukan pemungutan suara. Kejujuran dan menjunjung tinggi azas demokrasi dijunjung tinggi, menghormati kerahasiaan pemilih akan sangat dibutuhkan dalam hal ini.</p>
<p>Selain itu hak publik untuk mengetahui hasil pemungutan suara akan tetap terakomodasi karena<br />
display board yang akan dibuat tetap menampilkan total suara yang didapat. Publik tentunya juga harus mau menghormati kerahasiaaan pemberi suara. Publik juga harus menghormati hak dari pemberi suara untuk menjamin kerahasiaannya. Dengan adanya rasa saling menghormati tersebut maka penerepan display board ini akan dapat berjalan dengan baik.</p>
<p>Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan suatu hasil rekayas uga harus memperhatikan efek sosial bagi masyarakat di sekitarnya. Selain itu penerapan hasil rekayasa tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa  adanya pengetahuan yang mendalam pada sifat eksperimentasi dalam etika.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idenar03denmaz.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idenar03denmaz.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=13&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/17/tanggapan-tulisan-sifat-eksperimental-rekayasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/827aa071a511d814f239a2ba4ad352e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Denmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komentar eksperimentasi</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/10/komentar-eksperimentasi/</link>
		<comments>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/10/komentar-eksperimentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 02:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idenar03denmaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idenar03denmaz.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca artikel Eksperimentasi dalam Etika Rekayasa dalam Kuliahbersama.com Pendapat saya adalah, kegiatan eksperimen memang senantiasa terjadi dalam implementasi etika. Yang dimaksud disini adalah karena etika adalah suatu konsep moral. Yang dimaksud dengan moral disini adalah aturan tentang apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar manusia menjadi baik. Dalam perjalanan moral tentu saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=6&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membaca artikel Eksperimentasi dalam Etika Rekayasa dalam <a href="http://kuliahbersama.com/?p=11">Kuliahbersama.com</a><br />
Pendapat saya adalah, kegiatan eksperimen memang senantiasa terjadi dalam implementasi etika. Yang dimaksud disini adalah karena etika adalah suatu konsep moral. Yang dimaksud dengan moral disini adalah aturan tentang apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar manusia menjadi baik.<br />
Dalam perjalanan moral tentu saja kegiatan eksperimen itu dilakukan. Sebagai contoh pada masa kanak-kanak, kita semua pasti tidak tahu hal-hal apakah perbuatan ataupun tindakan yang kita lakukan sudah benar menurut moral. Namun seiring dengan berjalannya waktu kita menjadi mengerti batasan-batasn apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Hal ini terjadi karena kita telah belajar dari perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan, kita belajar dari tindakan orang lain atau lingkungan, dan tentu saja kita belajar dari orang tua kita.<br />
Sikap diatas tadi juga tidak lepas dari semakin matangnya peran hati nurani kita. Yang dimaksud dengan hati nurani sendiri menurut Ferly David, M.Si. adalah instansi (dalam diri sendiri) yang menilai perbuatan-perbuatan yang kita lakukan. Hati nurani mampu melakukan penilaian baik secara retrospektif yaitu penilaian terhadap perbuatan-perbuatan yang telah berlangsung, maupun penilaian secara prospektif yaitu penilaian terhadap perbuatan-perbuatan yang akan datang.<br />
Hati Nurani menerjemahkan pendapat moral dalam situasi konkrit. Tetapi suatu pendapat moral harus terbuka bagi setiap argumen, bantahan, pertanyaan, keraguan pihak lain. Karena itu hati nurani tidak menggantikan usaha kita untuk mempelajari dengan teliti dan mendalam prinsip dan norma moral. Perlu diingat juga bahwa hati nurani bisa “tumpul” jika tidak diasah dengan baik.  Jadi hati nurani harus dididik. Perlu keterbukaan dan kemauan belajar. Proses belajar inilah yang identik dengan kegiatan eksperimentasi, kita mencoba dan terus mencoba untuk mendapatkan hasil yang terbaik (Ferly David, 2008).<br />
Perlu diperhatikan, bahwa menurut Ferly David, M.Si., mengikuti suara hati belum tentu keputusan kita benar. Dalam hal ini berarti hati nurani bagaimanapun tetap dapat keliru. Pernyataan ini juga sama dengan kegiatan eksperimentasi, bahwa apa yang kita lakukan belum tentu berhasil, masih terdapat faktor ketidakpastian.<br />
Dari ulasan diatas kegiatan eksperimen memang identik dalam implementasi etika. Implementasi etika tidak bisa dilepaskan dari proses belajar dan mencoba. Kedua proses inilah yang selalu dilakukan pula dalam kegiatan eksperimentasi, sehingga kegiatan eksperimentasi dan implementasi etika selalu berhubungan erat.</p>
<p>Referensi :</p>
<p>http://kuliahbersama.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idenar03denmaz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idenar03denmaz.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=6&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/11/10/komentar-eksperimentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/827aa071a511d814f239a2ba4ad352e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Denmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Etika Rekayasa</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika-rekayasa/</link>
		<comments>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika-rekayasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 02:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idenar03denmaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika-rekayasa/</guid>
		<description><![CDATA[Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang secara sempit berarti aturan atau tindakan susila (Runes, 1981), sedangkan arti kata rekayasa adalah penerapan ilmu pengetahuan dalam penggunaan sumber daya alam demi manfaat bagi masyarakat dan umat manusia, sedangkan rekayasawan adalah mereka yang menciptakan produk dan proses-proses untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, dengan akibat tambahan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=5&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang secara sempit berarti aturan atau tindakan susila (Runes, 1981), sedangkan arti kata rekayasa adalah penerapan ilmu pengetahuan dalam penggunaan sumber daya alam demi manfaat bagi masyarakat dan umat manusia, sedangkan rekayasawan adalah mereka yang menciptakan produk dan proses-proses untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, dengan akibat tambahan, meningkatkan kemudahan, kekuatan dan keindahan di dalam kehidupan manusia sehari-hari (Martin &amp; Schinzinger dalam Pramumijoyo dan Warmada, 2004).<br />
Dengan demikian etika rekayasa dapat diartikan sebagai studi tentang permasalahan dan perilaku moral, karakter, cita-cita orang secara individu ataupun berkelompok yang terlibat dalam perancangan, pengembangan dan penyebarluasan teknologi (Martin &amp; Schinzinger dalam Pramumijoyo dan Warmada, 2004).<br />
Dalam bukunya Engineering Ethics: Concepts and Cases (2005), Charles Harris menekankan pentingnya etika bagi ahli rekayasa karena peran mereka pada posisi pengambilan keputusan yang melibatkan kepentingan publik. Etika rekayasa mencakup penerapan standar-standar etika dalam pemilihan, perencanaan, penerapan, dan pengawasan teknologi untuk mencegah terjadinya kegagalan teknologi yang merugikan kepentingan publik (Sulfikar Amir,  2007).<br />
Tujuan dari etika rekayasa adalah untuk meningkatkan otonomi moral, yaitu kemampuan untuk berpikir secara rasional tentang isu-isu moral berlandaskan kaidah-kaidah moral yang berlaku (Martin &amp; Schinzinger dalam Pramumijoyo dan Warmada, 2004).<br />
Di dalam menjalankan tugas profesionalnya seorang rekayasawan wajib (Pramumijoyo dan Warmada, 2004):<br />
(1) Menjunjung tinggi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.<br />
(2) Memberikan jasa-jasa profesi hanya pada bidang-bidang yang sesuai dengan kompetensinya.<br />
(3) Memberikan pernyataan-pernyataan kepada umum hanya secara objektif dan jujur.<br />
(4) Bertindak sebagai pelaku yang jujur dan terpercaya terhadap pemberi kerja ataupun klien, dan menghindarkan diri dari konflik-konflik kepentingan.<br />
(5) Meningkatkan reputasi profesionalnya melalui unjuk kerja yang baik, dan bukan melalui persaingan secara curang.<br />
(6) Berperilaku terhormat, bertanggungjawab, etis dan taat aturan untuk meningkatkan kehormatan, reputasi dan kemanfaatan profesi.<br />
(7) Secara terus menerus meningkatkan kemampuan profesionalnya sepanjang karir dan memberi kesempatan engineers di bawah bimbingannya untuk mengembangkan kemampuan profesional.<br />
Robohnya jembatan layang Slipi, bocornya amonia di Petrokimia Gresik, dan jebolnya jalan tol Cipularang adalah sedikit contoh dari daftar panjang malpraktek para ahli rekayasa kita. Buta etika seperti ini adalah konsekuensi dari sistem pendidikan rekayasa kita yang kering akan pemahaman nilai-nilai sosial dan kemanusiaan (Sulfikar Amir,  2007).<br />
Seorang rekayasawan memerlukan mengetahui tentang etika rekayasa ini adalah agar dalam segala pikiran, perbuatan ataupun tindakan yang berhubungan dengan suatu teknologi dapat terkontrol oleh dirinya sendiri, sehingga dia dapat menimbang baik atau buruknya pikiran maupun tindakan itu, atau dengan kata lain sebagai tanggung jawab moral dari rekayasawan. Hal ini dikarenakan aktivitas rekayasa yang mereka lakukan menyangkut kehidupan orang banyak, dengan efek yang sangat luas pula, bahkan juga menyangkut budaya.</p>
<p>Referensi :<br />
Dr.Ir.Pramumijoyo, S. dan Dr.Ir.Warmada, I.W., 2004. Etika Rekayasa Untuk Rekayasawan.</p>
<p>http://sijorimandiri.net/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idenar03denmaz.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idenar03denmaz.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=5&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika-rekayasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/827aa071a511d814f239a2ba4ad352e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Denmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Etika</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika/</link>
		<comments>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 02:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idenar03denmaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idenar03denmaz.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang secara sempit berarti aturan atau tindakan susila (Runes, 1981). Menurut para filosof Yunani saat itu, ethos memiliki arti perilaku adat istiadat (Bourke, 1966). Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma, diantaranya norma hukum, norma moral, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=3&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang secara sempit berarti aturan atau tindakan susila (Runes, 1981). Menurut para  filosof Yunani saat itu, ethos memiliki arti perilaku adat istiadat (Bourke, 1966).<br />
Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma, diantaranya norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan, norma agama berasal dari agama, norma moral berasal dari suara hati dan norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari (Prabu, 2007).<br />
Menurut Ferly David, M.Si etika diartikan juga sebagai filsafat moral atau etika sebagai sebuah bentuk pikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran moral. Sedangkan definisi dari moral adalah ajaran tentang apa yang dilarang dan apa yang wajib dilakukan oleh manusia supaya bisa menjadi baik.</p>
<p>Hubungan Etika dan Etiket<br />
Etika (ethics) berarti moral atau ajaran tentang apa yang baik dan yang buruk, sedangkan etiket (etiquette) berarti ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul dengan manusia lain. Etiket tidak berlaku bila seorang manusia hidup sendiri.<br />
Persamaan antara etika dengan etiket yaitu (Prabu, 2007) :<br />
Keduanya menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai hanya mengenai manusia, tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket.<br />
Keduanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.</p>
<p>Hubungan Etika dan Agama<br />
Etika tidak mengantikan agama dan tidak bertentangan dengan agama, akan tetapi agama memerlukan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi (Prabu, 2007).</p>
<p>Fungsi Etika<br />
Menurut Ferly David, M.Si fungsi etika yang utama yaitu :<br />
Etika adalah sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas. Orientasi kritis diperlukan karena kita dihadapkan dengan pluralisme moral. Sedangkan pluralisme moral sendiri diperlukan karena (Prabu, 2007) :<br />
Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan.<br />
Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional.<br />
- Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.</p>
<p>Referensi :</p>
<p>http://kuliahbersama.com/</p>
<p>http://prabu.wordpress.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idenar03denmaz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idenar03denmaz.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=3&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/26/konsep-etika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/827aa071a511d814f239a2ba4ad352e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Denmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/24/hello-world/</link>
		<comments>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 01:38:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idenar03denmaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=1&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idenar03denmaz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idenar03denmaz.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idenar03denmaz.wordpress.com&amp;blog=5278295&amp;post=1&amp;subd=idenar03denmaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idenar03denmaz.wordpress.com/2008/10/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/827aa071a511d814f239a2ba4ad352e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Denmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
