Di sekitaran tempat tinggal saya di daerah jalan Godean, situasi lalu lintasnya sangat padat terutama pada saat jam sibuk, yaitu saat jam masuk kantor atau sekolah dan pada saat jam pulang kantor atau sekolah.
Padatnya lalu lintas tersebut menyebabkan kesulitan tersendiri bagi pejalan kaki yang sekarang makin terpinggirkan. Kesulitan itu terutama pada saat hendak menyeberang jalan tersebut. Kendaraan yang lalu lalang seakan tidak memberi kesempatan untuk menyeberang, sehingga jika tidak hati-hati resiko tertabrak sangat besar.
Resiko ini akan semakin besar jika yang akan menyeberang adalah orang tua ataupun anak-anak, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan orang tua atau lebih tepatnya yang telah lanjut usia fisiknya telah jauh menurun dibanding waktu mudanya dahulu. Misalnya penglihatannya telah menurun sehingga mereka tidak melihat dengan jelas kendaraan yang sedang lalu lalang. Sedangkan untuk anak-anak, resiko terjadi kecelakaan juga sangat besar karena mereka belum memiliki perhitungan yang tepat, lebih tepatnya mereka terlalu terburu-buru sehingga kadang-kadang tidak memperhatikan kiri-kanan langsung menyeberang.
Andaikan pada saat terjadi ada orang tua atau anak-anak yang sedang kesulitan menyeberang dan posisi saya saat itu adalah sebagai seorang turis yang juga ingin menyeberangi jalan itu, tentunya reaksi pertama saya adalah merasa kasihan kepada mereka. Namun yang akan saya keluhkan adalah mengapa tidak tersedia jembatan penyeberangan di jalan sepadat itu. Untuk itu hal yang akan saya lakukan adalah mengajak mereka menyeberang bersama saya. Misalkan mereka tidak mengerti dengan ajakan saya karena terkendala bahasa, bahasa isyarat menjadi bahasa pengantar saya. Dengan menyeberang bersama saya, mereka akan mengurangi resiko tertabrak karena ada yang membantu, dan bagi saya sendiri hal itu sesuai dengan prinsip etika yang menilai tentang baik buruknya perbuatan yang kita lakukan.
Sementara itu jika posisi saya pada saat itu adalah sebagai orang tua dari seorang anak yang ingin menyeberang, reaksi pertama saya ketika melihatnya adalah kaget dan khawatir dengan keselamatan anak saya. Keluhan saya tentunya adalah menagapa para pengendara yang lewat tidak memberi kesempatan untuk menyeberang jalan. Selain itu hal yang akan saya lakukan adalah membantu anak saya menyeberangi jalan itu dan menasehatinya jika lain kali ingin menyeberang minta tolong pada orang dewasa untuk membantunya menyeberang.